Sri Huning's

About me! tray to enjoy our existence… so there is …

Masa Kecil

SAM_1254

Bila berbicara dan mengenang masa kecilku maka tak lepas dari tempat dan lingkungan dimana saya berada saat itu. baiklah, marilah saya mulai dengan bercerita tentang Jombang terlebih dulu.

Jombang adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur, terletak diantara Kabupaten Kediri, Nganjuk, Lamongan, dan Mojokerto. Mengenai data koordinat dan lainnya dapat dilihat di link berikut, Saya dilahirkan di wilayah ini tepatnya di Kecamatan Perak Jombang pada bulan Mei 1983. Semasa saya bayi saya di bawa ke sebuah dusun yang berbatasan dengan Kecamatatan Perak Jombang, namun masuk wilayah Kabupaten Kediri, lebih tepatnya adalah perbatasan Dusun ganggong templek Desa Janti Ganggong Kecamatan Perak dengan Dusun Ngasinan Desa Kempleng Kabupaten Kediri.

Kedua dusun dimaksud merupakan daerah “abangan” dengan kata lain daerah yang kurang kuat sendi keagamaannya, dan mayoritas merupakan kandang banteng (PDI). Menilik dari sini memang tak aneh bila hal tersebut mempengaruhi sudut pandang politik saya yang lebih condong ke Partai Moncong Putih, walaupun sebenarnya kadang bikin kesal dengan ulah kader kadernya di daerah yang sok preman ini. Lepas dari itu memang di era Jokowi ini citra PDI-P agak membaik dan berhasil memenangi Pemilu Legislatif dan Presiden. Kedua dusun dimaksud secara topografi berupa persawahan dan sungai, adapun sungai yang membelah kedua dusun dimaksud adalah Sungai “Kali” Konto dan sungai irigasi pecahan dari Sungai Brantas (dibangun th. 1993).

Kehidupan sosial di daerah tersebut lebih didominasi oleh petani, selebihnya adalah pedagang sayuran dan wirausaha kecil seperti pembuatan krupuk dll. Adapun untuk remaja yang telah cukup dewasa kebanyakan menjadi urban di kota kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, dll, dengan profesi yang umum adalah sebagai sopir truk/kendaraan berat. Tak heran bila melihat kehidupan sosial yang demikian maka hanya pada hari hari besar tertentu (nyadran dan riyoyoan) kedua dusun ini ramai dengan penduduknya yang balik kampung.

Namun demikian kehidupan semasa kecil saya dari mulai Balita sampai dengan kelas satu SD lebih banyak dihabiskan di Kabupaten Madiun, mengikuti bapak saya yang berprofesi sebagai anggota TNI-AD. Di Batalyon Infantri 501 Madiun kehidupan anak tangsi membuat saya tersenyum sendiri bila mengingatnya, dimana kenakalan anak anak tentara sangat dominan disini dengan segala tingkah polah anak kecilnya. Mulai dari berbohong sama ibuk sekedar hanya untuk nonton helikopter yang diparkir di lapangan sampai dengan memanjat tangki air yang sangat tinggi kita lakoni bersama sebagai anak tangsi hehehe. Sempat juga pindah di daerah sipil yang santun di Kelurahan Winongo Kotamadya Madiun dan akhirnya pindah lagi ke Desa Jiwan Kecamatan Jiwan Kab. Madiun, dimana ibuk saya sangat dihormati sebagai “Bu Guru” karena memang profesinya sebagai PNS Guru di SDN Jiwan I Madiun. Kehidupan di Desa Jiwan ini sangat tentram dan nyaman dengan segala keramahan masyarakatnya.

Kehidupan anak kecil pada saat itu adalah kenangan yang tak terlupakan, berbeda dengan era sekarang ini yang kebanyakan kurang bermanfaat bagi anak jaman sekarang. Pada saat itu antara anak perempuan maupun laki laki bermain bersama dalam suatu permainan tradisional bukanlah hal yang memalukan, mulai dari main karet, gateng (batu kecil yang disusun), delikan (petak umpet), boy, sampai dengan bola bekel, semuanya berkompetisi dengan riang dan membuat kita sehat. Adapun bagi laki laki secara khusus terdapat permainan yang berbau taruhan hehehe seperti misalnya gambar/wayangan baik itu di templek maupun di buat taruhan tebak angka, permainan dari bungkus rokok yang dilipat dan di uncal pake sandal jepit, atau permainan patil lele serta permainan batu lonjong yang di angkat pakai kaki trus di gentuskan ke batu lain yang di tata di seberangnya “ah alangkah indahnya bila mengingat masa masa itu”, Permainan permainan tersebut biasanya ada musim musimnya seperti halnya musim hujan dan kemarau yang bergiliran.

Sampai pada suatu saat menginjak kelas tiga SD saya kembali ikut pindah tugas Bapak kembali ke Ngasinan dan akhirnya menetap di Desa Perak Kecamatan Perak Kab. Jombang. Pada masa sekolah dasar ini memang kehidupan persekolahan saya berpindah pindah, mulai dari kelas 3 di SDN Kempleng II Kediri, kelas 4 dan 5 di SDN Kepuhkajang Perak Jombang, sampai dengan kelas 6 di SDN Sembung Perak Jombang, sehingga membuat kehidupan pertemanan saya sangat kaya dan fleksibel dengan sering berinteraksi dan ganti teman.

Mungkin secuplik ini dulu yang bisa saya ceritakan di masa kecil saya yang ditandai dengan era sekolah dasar, selanjutnya kan saya coba sambung kembali dengan masa SMP dan SMA saya hehehe.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nunna Lita

a little physics holic with big dreams, love, n imaginations :)

Ihsan Kusasi's note and gallery

setiap ujian bersanding jawaban... setiap perkara bernuansa makna...

some books to share from my little library

MasPatikraja

Mardawa lelakoning budaya kang wus ngancik wanci sandyakala

www.nurahmanafandi.com

Life will always have a different plan for you. If you don’t give up, you will eventually get to your destination. But towards the end of your life, you may look back and realize that it was never really about the destination; it was the journey that counted.”

Di Mana Bumi Dipijak Di Sana Langit Dijunjung

Sanguturu

Warungnya Lirik Lagu

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

%d blogger menyukai ini: