Sri Huning's

About me! tray to enjoy our existence… so there is …

Arsip untuk Rekreasi / Jalan-Jalan

Batu Malang dan Bromo

IMG20170408080105[1]

Kota Batu merupakan kota kecil pecahan dari Kabupaaten Malang, terkenal dingin dan masih asri. di Kota ini ternyata banyak sekali tempat buaat jalan jalan dan rekreasi bersama keluarga, baik keluarga inti, keluarga kantor, dan keluarga keluarga lain hahahaha. Mulai dari Jatim Park I yang merupakan kebun binatang mini, sampai dengan museum angkut yang penuh dengan koleksi armada angkutan dari jaman baheula/dulu.

IMG_20170407_192243[1]

Dari Batu, para sobat bloger bisa teruskan ke Bromo, tapi harus berangkat jam 23:00 PM agar bisa melihat matahari terbit. Dari Batu menuju ke tempat shelter pemberhentian sebelum naik ke Bromo, saya lupa apa namanya, mohon maaf ya….

Selanjutnya dari shelter tersebut anda akan dibawa dengan Jeep Toyota yang mampu menampung 4-5 orang dengan tarif kurang lebih Rp.500.000,- per mobil (bukan per orang), jadi mau satu atau 4 orang tarif satu mobil tetap segitu, oleh karena itu akan lebig hemat bila berkelompok.

Di Bromo ada banyak tujuan, mulai dari tempat melihat matahari terbit, segara pasir (Pasir berbisik yang filmnya Dian Sastro), Padang Rumput Ilalang, sampai dengan terakhir di Kawah Bromo. Ini tetap dalam satu paket Jeep Toyota tadi.

IMG20170408071051[1]

IMG20170408080105[1]

IMG20170408084330[1]

Bagaimana menurut anda, akan sangat menarik kan… mungkin demikian sedikit cerita saya.

See you next story…

 

Tangkuban Perahu dan Sekitarnya

Rekreasi dengan nama outbond sangat menarik hati, membuaat riang hati pribadi pribadi pekerja yang sedang suntuk akan pekerjaan. Baiklah kawan mari kita bicarakan tempat outbond yang cukup menarik yaitu di hutan pinus milik Perhutani (Lembang) dimana terdapat tempat bunker pertahanan terakhir belanda dari serangan Jepang. Untuk mencapai ke bunker tersebut akan sangat menarik bila dilakukan dengan naik landrover melewati jalan yang sangat menantang, atau bisa jadi naik motor trail.

Penginapan di Imah Seniman menjadi salah satu rekomendasi dari penulis, mengingat tempatnya yang sejuk dan cenderung dingin, dan rate yang lumayan mulai dari 650 ribu rupiah, bisa manjadi alternatif bagi anda semua. Untuk mencari informasinya cukup searching di Mbah Gugel ajah bisa kan?…hehehehe..

Dari hutan pinus tinggal nerusin rekreasi bersantai di kawasan tangkuban perahu, saya akui ini kali pertama datang ke kawasan tersebut, dan subhanalloh… memang sangat menawan seperti mojang bandung yang geulis pisan hahahahaha… memang benar ada istilah Tuhan menciptakan bumi parahiyangan saat sedang tersenyum.

Untuk masalah transport kesana saya kurang ngeh, jadi mohon maaf penulis tidak bisa jelaskan, mohon dimaklumi karena memang sudah disediakan dan tinggal naik saja. Tapi sekali lagi bisa tanya mbah gugel dengan jurus GPS dan drive di map nya hahahaha….

Sedikit oleh oleh gambar narsis hahahaha:

20150829_141335[1]

Pasar Senen Station at the time 23.00 P.M. – 05.00 A.M. (Learning English)

Night trains from Java, usually arrived at Pasar Senen Station from eleven o’clock at night until five o’clock in the morning. People, whos have far destination (home), may be have troublesome, because the public transportations like bus, transjakarta, and commuter line was stopped in operation at that time. There are many transportation that available such as taxy or “ojek”. However, you must be cleaver for biding the price/tarrif, cause the driver will giving you high price. Some people like to waiting in front of station, they are just sitting or sleeping cause its very tired after  traveling, and they waiting for the morning when all public transportation begin operating their unit.

This experience have writen in my article, that considering from my experience on Saturday night, August 5th 2017. May be next time, train departmen start to thinking about the solution for help their pasengger.

Sedikit Oleh Oleh Wisata Di Bromo

Selamat jumpa lagi sobat, kali ini saya coba bagikan sedikit oleh oleh pandangan mata di kawasan wisata Bromo, di pertengahan April 2017 ini. . Sayang sekali untuk kunjungan saya yang pertama kalinya ini ternyata awan mendung menutupi ma=tahari terbit di Bromo yang katanya terkenal sangat indah. Kata sopir jeep yang saya tumpangi pada umumnya alam cerah tanpa awan sekitar bulan Juli/Agustus , tapi saya juga ga tau benernya, kita iyakan dan percaya ajahNamun hal tersebut tidak mengurangi rasa antusias melihat pemandangan di kawasan Bromo. Baiklan ini dia sedikit oleh olehnya:
IMG20170408071051[1]
IMG20170408080105[1]
IMG20170408080019[1]
IMG20170408084330[1]

sekian dari saya semoga menghibur…

Curug Pangeran, Gunung Bunder Bogor

Tidak berapa lama saya bersama istri menghabiskan liburan “week end” pada tanggal 23-24 Juli 2016 di kawasan wisata gunung bunder. Sangat aneh dan tak lazim kawasan wisata yang begitu dekat dengan rumah kami, tapi baru kali pertama ini dikunjungi..ha ha ha ha… Jarak tempuh dari rumah kami dengan naik motor Honda Beat kesayangan kami kurang lebih 40 km, dengan waktu tempuh naik kurang lebih 2 jam sudah termasuk istirahat minum dan smoking time.

IMG20160723153659[1]

Tuh… percaya kan.. Honda Beat ajah sanggup, maklum si Mustang Supra lagi Sakit bering/lahkernya… (di depan Gerbang Taman Wisata Gunung Salak/Gunung Bunder)

Kalau anda bertanya gimana bedanya dengan Puncak Bogor, ya jelas beda lah, salah satunya Gunung Bunder masih bisa dibilang sepi, hanya ada bumi perkemahan dan komplek vila vila yang hening dan menenangkan, cocok untuk anda rileks dan refreshing. Sementara itu, di Puncak sangat padat, macet, dan tentunya untuk kesana menghabiskan lebih banyak waktu anda. Selain itu di Gunung Bunder tempat wisata berupa curug-curug saling berdekatan dan masih sangat terawat kebersihan dan kesejukkannya dengan dikelilingi hutan-hutan nan hijau asri serta melewati hutan pinus.

Membicarakan tempat wisata tentunya kita juga harus memikirkan tempat penginapan yang representatif. Anda jangan takut, banyak penginapan yang representatif kok, bahkan kalo yang suka camping juga ada tempatnya, tapi untuk kali ini saya hanya akan menceritakan penginapan yang saya gunakan kemarin, yaitu “Kawahratu House”.  link http://adf.ly/1d1ykWIMG20160723162822[1]

Penginapan saya boleh dibilang berbentuk vila/cottage baik untuk berkelompok mulai dari:

  1. Penginapan yg menampung 20-30 orang (2 bangunan) dengan kisaran harga Rp.2,5 juta s.d. Rp.3 Juta; atau
  2. Penginapan yang untuk keluarga kecil 2-3 orang (3 bangunan dengan kisaran haraga Rp. 350.000 s.d. Rp. 600.000 cuman) dan yang membedakan hanya ketersediaan fasilitas air hangat nya saja.IMG20160723170244[1]IMG20160723162941[1]IMG20160724071356[1]IMG20160724075336[1] IMG20160724071738[1]Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi www.kawahratuhouse.com

Namun anda jangan kawatir untuk pemilihan penginapan, mau yang lebih mewah atau yang rate dibawah kawahratu house tentunya juga ada, tinggal googling ajah.

Saya sarankan kalau pergi berwisata kesana hendaknya lebih pagi, karena kalo anda ambil waktu sore jam 14.00 keatan, pastinya lebih sering hujan, kecuali anda naik mobil hehehe. Banyak jalur ke arah sana anda dapat melihat atau minta bantuan google earth atau aplikasi Maps di android, karena saya juga memanfaatkan peran GPS yang ada di android saya dengan pasang target tujuan “kawahratu house” hahahaha, sudah gak perlu diajarin lagi kan cara kesananya… Tapi kalo anda dari arah Depok ambil jalur Pasar Parung ke arah Atang Sanjaya trus lewat kahuripan.

kami berdua sampa disana sudah jam 4 sore an, otomatis waktu kami jalan jalan adalah besok paginya. Dimulai dengan mandi dan sarapan, sekitar jam 7 pagi kami mulai berangkat dengan berjalan kaki, karena menurut mbah guugel hanya perlu waktu tempuh yang tidak terlalu lama, dan ternyata benar. Tujuan pertama adalah Curug Pangeran, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari kawahratu house sekitar 20 menit (sampai gerbang tiket masuk), selanjutnya kronologisnya adalah sebagai berikut:

  1. Dari penginapan ke gerbang tiket masuk kurang lebih 20 menit jalan santai, selanjutnya anda keluarkan dompet ambil duit dan bayar Rp.7.500; per kepala;
    IMG20160724082357[1]

    Jalan menuju ke gerbang tiket Curug Pangeran yang sangat menajak

  2. Dari gerbang jalan santai ke Curug Pangeran cuman berjarak kurang lebih 250 meter dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Saya samapi disana sebagai pengunjung yang pertama sehingga sempat menikmati curug ini tanpa gangguan dari pengunjung lain. Namun tak berapa lama mulai menyusul bergelombang pengunjung yang lainnya. Pada akhirnya saya dan para pengunjung lain bisa menikmati mandi air segar nan dingin dari Curug Pangeran;
    IMG20160724083410[1]

    Jalan dengan susunan batu alam/kali dari sepanjang menuju Curug Pangeran

    IMG20160724083438[1]

    Jalan Menuju Curug

    IMG20160724084056[1]

    Curug Pangeran

    IMG20160724084011[1]

    Bibir Curug

    IMG20160724084212[1]

    Curug Pangeran Wide Picture

    IMG-20160724-WA0009

    Sudah mulai ramai pengunjung

    IMG-20160724-WA0012

    Curug Pangeran dan pengunjungnya

    IMG-20160724-WA0013

    It’s me, habis itu kayak orang mabuk, keseimbangan berkurang karena kedinginan, anda harus duduk dulu agak lama guna menghilangkan efek mabuk tersebut…

    IMG-20160724-WA0014

    Habis Makan Nasi Uduk (Rp.7000 dan Ngopi Rp.7000, smoking dulu di bibir Curug Pangeran) Jadi jangan takut kelaparan disana yang perlu anda takutkan bila dompet anda ketinggalan hahahaha…

  3. Selesai dari Curug Pangeran kami berdua kembali ke arah jalan waktu berangkat, tapi eits tunggu dulu, di tengah-tengah jalur pulang ternyata masih ada tempat wisata lain yang jalurnya terpisah, yaitu ke arah Water tracking grand canyon (sebutan disana) dan Curug Kondang yang jaraknya kurang lebih 250 meter pula;

 

  • Kami berdua mengambil jalur tersebut, selain dapat banyak tempat wisata yg dikunjungi, jalur nya pun nanti memutar lebih deket dan tidak perlu balik lagi ke jalur kita berangkat. Tentunya kita kena tiket lagi sejumlah Rp.6.500 per kepala. Saya lupa berapa menit kami menghabiskan waktu menuju jalur Curug Kondang karena saking asyiknya berfoto foto dan menikmati pemandangan.

 

  1. dari Curug Kondang ke arah pintu keluar/gerbang masuk tiket yang lain di pinggir jalan perumahan/penginapan sangat dekat sekali cukup 5 menit kalo berjalan kaki biasa, oleh karena itu saya sarankan tidak perlu bawa kendaraan kalo anda ingin menikmati seluruh tempat wisata tadi, Kalopun terpaksan sudah terlanjur bawa kendaraan dan parkir di gerbang curug pangeran, anda harus melewati jalan aspal menuju ke jalan pertama yg saya ceritakan di angka 1.IMG20160724105911

Baca entri selengkapnya »

Plesiran kilat di Kota Bandung

PhotoFunia-139ff7ae_o
Selama masa lebaran 2014 atau lebih tepatnya Idul Fitri 1435 H, saya dan istri kesulitan mendapatkan tiket balik ke jakarta secara langsung dari Jombang. Akhirul kisah tiket kereta api yang kita beli adalah Kereta Api Eksekutif Turangga (@Rp.500 ribu) jurusan Nganjuk-Bandung dan sampai Stasiun Bandung +/- Jam 6 pagi, dan selanjutnya menyambung ke Jakarta menggunakan Argo Parahyangan (@Rp.100 ribu) siang hari.

Disela-sela waktu yang sedikit tersebut (kurang lebih 5 jam), kami (saya dan istri) menyempatkan berkeliling ke daerah yang baru dan belum pernah kami datangi, yaitu Pasar Baru Trade Center Bandung, Terminal Kebon Jati (tempat mangkalnya angkutan berupa Elf) dan alun-alun Kota Bandung yang sedang dalam tahap pemugaran.

Dimulai dari istirahat sejenak melepas lelah dan buang air kecil, kami segera menuju Pintu (Keluar) Selatan Sts. Bandung dan nampaklah pemandangan sebuat monumen berupa lokomotif kuno/tua seperti berikut: IMG_20140805_111459 <a. Di sekitar monumen tersebut kita mencari tempat penitipan barang sesuai dengan petunjuk dari petugas keamanan stasiun yang saya tanya sebelumnya. Sebuah toko yang menjual keperluan penumpang dan calon penumpang di dekat monumen tersebut berhasil kita temukan dan memberikan jasa penyimpanan barang sementara, tentunya sangat tidak nyaman kita bepergian dengan sambil menenteng barang bawaan kita kan..!. Meskipun terkesan sederhana namun jasa penitipan tersebut sangat profesional dengan menginventarisir barang apa saja yang dibawa, dihitung per piece (misal tas sendiri, kardus sendiri, dan kalo barang kecil cukup disatukan dalam satu perhitungan), untuk selanjutnya mencatat dan menyerahkan kartu tanda penitipan barang. Untuk saat itu saja (tahun 2014 sebelum kenaikan BBM) tarif per piece nya adalah Rp.4000 dan tentunya sangat membantu bukan.

Jadilah kita berjalan-jalan dengan nyaman, santai dan tenang, dengan mulai melewati Terminal, dilanjutkan dengan menyeberang jalan Kebon Jati sampailah kita di Pasar Baru Trade Center bandung, yang menjual berbagai macam barang dan khususnya berupa pakaian atau keperluan sandang. Mulai dari baju, jilbab celana, daleman baik untuk anak kecil, remaja dan dewasa semua tersedia disitu. Puas kita menjelajah tempat baru tersebut dengan naik turun lift, dan mendapatkan pakaian yang kita inginkan, maka kita lanjutkan dengan berjalan-jalan menuju Alun-alun Bandung yang sebenarnya berjarak tidak terlalu jauh, dengan naik angkot warna merah. Kita berdua sedikit merasa kecewa mengingat pada saat itu lagi ada perbaikan terhadap alun-laun. Akhirul kata kita kembali ke arah Pasar Baru dengan berjalan kaki hahaha.

IMG_20140805_111506

Demikian kiranya sedikit ulasan singkat mengenai pelesiran singkat ini, pada intinya tips yang dapat saya berikan kepada sobat bloger adalah “Jangan malu bertanya agar tiada sesat jalan” ha..ha..ha.. Jadi jangan ragu bertanya arah kepada masyarakat yang ada, orangnya baik-baik dan cukup ramah kok. Sekian dan terima kasih.

Wisata Arum Jeram Citarik

Arum jeram citarik sukabumi

Arum jeram citarik sukabumi

Sangat menyenangkan

nunnalita

be bright and shine together with Najmi ^^

Ihsan Kusasi's note and gallery

setiap ujian bersanding jawaban... setiap perkara bernuansa makna...

perpuskecil.wordpress.com/

some books to share from my little library

MasPatikraja

Mardawa lelakoning budaya kang wus ngancik wanci sandyakala

www.nurahmanafandi.com

Life will always have a different plan for you. If you don’t give up, you will eventually get to your destination. But towards the end of your life, you may look back and realize that it was never really about the destination; it was the journey that counted.”

rajaagam.wordpress.com/

Di Mana Bumi Dipijak Di Sana Langit Dijunjung

Sanguturu

Warungnya Lirik Lagu

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Sri Huning's

About me! tray to enjoy our existence... so there is ...