Sri Huning's

About me! tray to enjoy our existence… so there is …

Arsip untuk Ulasan

Periode Rehat Writing at WordPress

situ-tonjong

Assalammua’laiakum Wr. Wb.
Salam Sejahtera bagi kita semua…

Kali ini saya menyapa kembali kawan kawan di dunia maya… atau istilah lainnya para blogger dan stakeholder yang memanfaatkan internet. Sudah lama saya tidak aktif menulis kembali, selain karena masa periode jarang piknik hahhahaha, juga memang lagi banyaknya pekerjaan di akntor yang sudah membuat lelah jiwa ini. Namun diluar alasan tersebut, salah satu periode kelam jagat perpolitikkan negeri kita ini juga memiliki pengaruh yang besar, saya males bersentuhan dengan internet dengan banyaknya berita berita yang kurang sedap dengan hoax hoax dan propaganda-propaganda dari berbagai pihak. Saya sangat menjauhi hal ini agar tidak turut memanaskan situasi yang sekarang ini lagi “umup”.

Bahkan sekarang ini saya sudah uninstal aplikasi FB saya sehingga turut mengurangi untuk gatal berkomentar atau berposting ria yang nantinya dapat berefek buruk bagi saya dan teman teman saya (banyak pertemanan pecah gara gara berbeda ideologi dan pandangan terkait isu isu sekarang ini). Tapi itu pilihan pribadi masing-masisng yang juga harus dipertanggungjawabkan oleh diri masing-masing, karena saya menganggap teman-teman sudah pada dewasa, apalagi sekarang ini sudah ada Undang-Undang ITE yang sudah direvisi. Selain FB, saya juga banyak keluar group agar menahan diri saya berkomentar atau berkata buruk terhadap teman teman yang lain dalam satu group, meskipun sudah saya ingatkan agar group WA digunakan sesuai dengan tujuannya untuk membuat guyub rukun sesama teman dan alumni dan jangan menulis yang berbau SARA, kecuali memang group-nya ditujukan untuk berdebat silahkan, karena termasuk group khusus.

Prinsip saya selama ini terkait dengan fenomena perpolitikan saat ini adalah, bahwa saya punya idola dan pandangan, ideologi, serta pendapat yang independen tanpa dipengaruhi oleh kawan-kawan lain, Namun sebagai abdi negara dan warga negara yang bertika dalam mewujudkan kondisi yang adem ayem, saya tidak akan pernah memposting konten apapun terkait SARA dan Politik saat ini di akun Medsos saya, saya memilih untuk bertatap muka face to face ngobrol ala warkop dengan teman atau tetangga saya, layaknya yang sudah saya lakukan saat ini, sehingga lebih sehat dan lebih bisa menagkap maksud dan tujuan pembicaraan tanpa ada rasa saling membenci antara satu sama lain.

Baiklah, mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan curcol sepatah duapatah dan berpatah patah kata dan kalimat, semoga saya lebih bersemangat lagi ingin menulis dan berbagi konten yang positif dan bermanfaat. Daripada pusing dan uring-uringan, ada baiknya saya mengajak kawan kawan utnuk bernyanyi saja, dengan menggunakan lirik yang sudah saya bagikan dalam akun wordpress saya hehehehehe….

Akhirul kata… menulis dan berkomentarlah dengan sopan, yang menunjukkan seberapa dewasa dan pantasnya anda dapat dihormati oleh orang lain, semoga kondisi NKRI kita ini semakin membaik. dan tak lupa saya turut mengucapkan duka cita (innalillahi wa innailaihi rojiun) atas musibah bencana gempa bumi di Aceh, semoga kawan kawan kita disana berikut keluarganya diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadipi cobaan dari Alloh SWT.. Aamiin YRA

Wassalammua’laikum Wr. Wb.

Curug Pangeran, Gunung Bunder Bogor

Tidak berapa lama saya bersama istri menghabiskan liburan “week end” pada tanggal 23-24 Juli 2016 di kawasan wisata gunung bunder. Sangat aneh dan tak lazim kawasan wisata yang begitu dekat dengan rumah kami, tapi baru kali pertama ini dikunjungi..ha ha ha ha… Jarak tempuh dari rumah kami dengan naik motor Honda Beat kesayangan kami kurang lebih 40 km, dengan waktu tempuh naik kurang lebih 2 jam sudah termasuk istirahat minum dan smoking time.

IMG20160723153659[1]

Tuh… percaya kan.. Honda Beat ajah sanggup, maklum si Mustang Supra lagi Sakit bering/lahkernya… (di depan Gerbang Taman Wisata Gunung Salak/Gunung Bunder)

Kalau anda bertanya gimana bedanya dengan Puncak Bogor, ya jelas beda lah, salah satunya Gunung Bunder masih bisa dibilang sepi, hanya ada bumi perkemahan dan komplek vila vila yang hening dan menenangkan, cocok untuk anda rileks dan refreshing. Sementara itu, di Puncak sangat padat, macet, dan tentunya untuk kesana menghabiskan lebih banyak waktu anda. Selain itu di Gunung Bunder tempat wisata berupa curug-curug saling berdekatan dan masih sangat terawat kebersihan dan kesejukkannya dengan dikelilingi hutan-hutan nan hijau asri serta melewati hutan pinus.

Membicarakan tempat wisata tentunya kita juga harus memikirkan tempat penginapan yang representatif. Anda jangan takut, banyak penginapan yang representatif kok, bahkan kalo yang suka camping juga ada tempatnya, tapi untuk kali ini saya hanya akan menceritakan penginapan yang saya gunakan kemarin, yaitu “Kawahratu House”.  link http://adf.ly/1d1ykWIMG20160723162822[1]

Penginapan saya boleh dibilang berbentuk vila/cottage baik untuk berkelompok mulai dari:

  1. Penginapan yg menampung 20-30 orang (2 bangunan) dengan kisaran harga Rp.2,5 juta s.d. Rp.3 Juta; atau
  2. Penginapan yang untuk keluarga kecil 2-3 orang (3 bangunan dengan kisaran haraga Rp. 350.000 s.d. Rp. 600.000 cuman) dan yang membedakan hanya ketersediaan fasilitas air hangat nya saja.IMG20160723170244[1]IMG20160723162941[1]IMG20160724071356[1]IMG20160724075336[1] IMG20160724071738[1]Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi www.kawahratuhouse.com

Namun anda jangan kawatir untuk pemilihan penginapan, mau yang lebih mewah atau yang rate dibawah kawahratu house tentunya juga ada, tinggal googling ajah.

Saya sarankan kalau pergi berwisata kesana hendaknya lebih pagi, karena kalo anda ambil waktu sore jam 14.00 keatan, pastinya lebih sering hujan, kecuali anda naik mobil hehehe. Banyak jalur ke arah sana anda dapat melihat atau minta bantuan google earth atau aplikasi Maps di android, karena saya juga memanfaatkan peran GPS yang ada di android saya dengan pasang target tujuan “kawahratu house” hahahaha, sudah gak perlu diajarin lagi kan cara kesananya… Tapi kalo anda dari arah Depok ambil jalur Pasar Parung ke arah Atang Sanjaya trus lewat kahuripan.

kami berdua sampa disana sudah jam 4 sore an, otomatis waktu kami jalan jalan adalah besok paginya. Dimulai dengan mandi dan sarapan, sekitar jam 7 pagi kami mulai berangkat dengan berjalan kaki, karena menurut mbah guugel hanya perlu waktu tempuh yang tidak terlalu lama, dan ternyata benar. Tujuan pertama adalah Curug Pangeran, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari kawahratu house sekitar 20 menit (sampai gerbang tiket masuk), selanjutnya kronologisnya adalah sebagai berikut:

  1. Dari penginapan ke gerbang tiket masuk kurang lebih 20 menit jalan santai, selanjutnya anda keluarkan dompet ambil duit dan bayar Rp.7.500; per kepala;
    IMG20160724082357[1]

    Jalan menuju ke gerbang tiket Curug Pangeran yang sangat menajak

  2. Dari gerbang jalan santai ke Curug Pangeran cuman berjarak kurang lebih 250 meter dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Saya samapi disana sebagai pengunjung yang pertama sehingga sempat menikmati curug ini tanpa gangguan dari pengunjung lain. Namun tak berapa lama mulai menyusul bergelombang pengunjung yang lainnya. Pada akhirnya saya dan para pengunjung lain bisa menikmati mandi air segar nan dingin dari Curug Pangeran;
    IMG20160724083410[1]

    Jalan dengan susunan batu alam/kali dari sepanjang menuju Curug Pangeran

    IMG20160724083438[1]

    Jalan Menuju Curug

    IMG20160724084056[1]

    Curug Pangeran

    IMG20160724084011[1]

    Bibir Curug

    IMG20160724084212[1]

    Curug Pangeran Wide Picture

    IMG-20160724-WA0009

    Sudah mulai ramai pengunjung

    IMG-20160724-WA0012

    Curug Pangeran dan pengunjungnya

    IMG-20160724-WA0013

    It’s me, habis itu kayak orang mabuk, keseimbangan berkurang karena kedinginan, anda harus duduk dulu agak lama guna menghilangkan efek mabuk tersebut…

    IMG-20160724-WA0014

    Habis Makan Nasi Uduk (Rp.7000 dan Ngopi Rp.7000, smoking dulu di bibir Curug Pangeran) Jadi jangan takut kelaparan disana yang perlu anda takutkan bila dompet anda ketinggalan hahahaha…

  3. Selesai dari Curug Pangeran kami berdua kembali ke arah jalan waktu berangkat, tapi eits tunggu dulu, di tengah-tengah jalur pulang ternyata masih ada tempat wisata lain yang jalurnya terpisah, yaitu ke arah Water tracking grand canyon (sebutan disana) dan Curug Kondang yang jaraknya kurang lebih 250 meter pula;

 

  • Kami berdua mengambil jalur tersebut, selain dapat banyak tempat wisata yg dikunjungi, jalur nya pun nanti memutar lebih deket dan tidak perlu balik lagi ke jalur kita berangkat. Tentunya kita kena tiket lagi sejumlah Rp.6.500 per kepala. Saya lupa berapa menit kami menghabiskan waktu menuju jalur Curug Kondang karena saking asyiknya berfoto foto dan menikmati pemandangan.

 

  1. dari Curug Kondang ke arah pintu keluar/gerbang masuk tiket yang lain di pinggir jalan perumahan/penginapan sangat dekat sekali cukup 5 menit kalo berjalan kaki biasa, oleh karena itu saya sarankan tidak perlu bawa kendaraan kalo anda ingin menikmati seluruh tempat wisata tadi, Kalopun terpaksan sudah terlanjur bawa kendaraan dan parkir di gerbang curug pangeran, anda harus melewati jalan aspal menuju ke jalan pertama yg saya ceritakan di angka 1.IMG20160724105911

Baca entri selengkapnya »

Plesiran kilat di Kota Bandung

PhotoFunia-139ff7ae_o
Selama masa lebaran 2014 atau lebih tepatnya Idul Fitri 1435 H, saya dan istri kesulitan mendapatkan tiket balik ke jakarta secara langsung dari Jombang. Akhirul kisah tiket kereta api yang kita beli adalah Kereta Api Eksekutif Turangga (@Rp.500 ribu) jurusan Nganjuk-Bandung dan sampai Stasiun Bandung +/- Jam 6 pagi, dan selanjutnya menyambung ke Jakarta menggunakan Argo Parahyangan (@Rp.100 ribu) siang hari.

Disela-sela waktu yang sedikit tersebut (kurang lebih 5 jam), kami (saya dan istri) menyempatkan berkeliling ke daerah yang baru dan belum pernah kami datangi, yaitu Pasar Baru Trade Center Bandung, Terminal Kebon Jati (tempat mangkalnya angkutan berupa Elf) dan alun-alun Kota Bandung yang sedang dalam tahap pemugaran.

Dimulai dari istirahat sejenak melepas lelah dan buang air kecil, kami segera menuju Pintu (Keluar) Selatan Sts. Bandung dan nampaklah pemandangan sebuat monumen berupa lokomotif kuno/tua seperti berikut: IMG_20140805_111459 <a. Di sekitar monumen tersebut kita mencari tempat penitipan barang sesuai dengan petunjuk dari petugas keamanan stasiun yang saya tanya sebelumnya. Sebuah toko yang menjual keperluan penumpang dan calon penumpang di dekat monumen tersebut berhasil kita temukan dan memberikan jasa penyimpanan barang sementara, tentunya sangat tidak nyaman kita bepergian dengan sambil menenteng barang bawaan kita kan..!. Meskipun terkesan sederhana namun jasa penitipan tersebut sangat profesional dengan menginventarisir barang apa saja yang dibawa, dihitung per piece (misal tas sendiri, kardus sendiri, dan kalo barang kecil cukup disatukan dalam satu perhitungan), untuk selanjutnya mencatat dan menyerahkan kartu tanda penitipan barang. Untuk saat itu saja (tahun 2014 sebelum kenaikan BBM) tarif per piece nya adalah Rp.4000 dan tentunya sangat membantu bukan.

Jadilah kita berjalan-jalan dengan nyaman, santai dan tenang, dengan mulai melewati Terminal, dilanjutkan dengan menyeberang jalan Kebon Jati sampailah kita di Pasar Baru Trade Center bandung, yang menjual berbagai macam barang dan khususnya berupa pakaian atau keperluan sandang. Mulai dari baju, jilbab celana, daleman baik untuk anak kecil, remaja dan dewasa semua tersedia disitu. Puas kita menjelajah tempat baru tersebut dengan naik turun lift, dan mendapatkan pakaian yang kita inginkan, maka kita lanjutkan dengan berjalan-jalan menuju Alun-alun Bandung yang sebenarnya berjarak tidak terlalu jauh, dengan naik angkot warna merah. Kita berdua sedikit merasa kecewa mengingat pada saat itu lagi ada perbaikan terhadap alun-laun. Akhirul kata kita kembali ke arah Pasar Baru dengan berjalan kaki hahaha.

IMG_20140805_111506

Demikian kiranya sedikit ulasan singkat mengenai pelesiran singkat ini, pada intinya tips yang dapat saya berikan kepada sobat bloger adalah “Jangan malu bertanya agar tiada sesat jalan” ha..ha..ha.. Jadi jangan ragu bertanya arah kepada masyarakat yang ada, orangnya baik-baik dan cukup ramah kok. Sekian dan terima kasih.

LUDRUK

ludruk98293455
Anda yang ingin mengetahui asal mula dari kesenian ludruk, dapat membaca dari sumber berikut:
http://budayanegrikita.blogspot.com/2010/12/sejarah-dan-asal-usul-ludruk.html

Saya mulai mengenal tontonan rakyat bernama “Ludruk” sejak saya berumur 9 tahun (SD Kelas 3) sekitar tahun 91/92 an, semua masyarakat sangat antusias akan tontonan dimaksud terutama daerah Jombang – Kediri (waktu itu saya tinggal diantara perbatasan kedua Kabupaten dimaksud). Jika ada pentas di desa tetangga maka kebanyakan penduduk kampung akan mendatanginya baik dengan jalan kaki maupun bersepeda pancal. Saya teringat waktu itu listrik belum menjangkau seluruh desa, banyak kampung tertentu yg belum mendapatkan aliran listrik.

pada kisaran tahun dimaksud, kelompok ludruk yang paling populer tentunya adalah Ludruk RRI Suroboyo, yang menurut kami paling wah bila bisa “nanggap” kelompok ludruk tsb, dan kesannya lebih “prestise” bagi yang punya hajat tanggapan. Namun tak lama setelah itu kisaran tahun 93 keatas, “tanggapan” yang digunakan untuk tiap hajatan penduduk adalah nanggap video casset .. he he he he… Ya, begitulah sosial budaya negeri kita, terasa aneh… walaupun pada akhirnya video tersebut akan tergerus juga seiring semakin bertumbuhnya penjualan cd/dvd player berikut cd/dvd bajakannya hehehehe.. demikian kiranya….. fin..!

Kantring Genjer-Genjer

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Prolog:
Ingsun Pangeran sejati,
jejuluk Ki Sangir Hamintani

SATU

IBLIS cantik yang muncul dari balik rimbun malam telah memperkosaku, Ibu. Kukira sudah lama ia menggodaku saat mengangkut batu kali. Terangsang melihat badanku yang kekar berbulu lebat penuh gairah kerbau jantan. Terimakasih, Ibu, kau telah mengajarkan padaku hidup sebagai laki-laki sejati. Batu-batu hitam di kali yang setiap hari kuangkut ke dalam truk telah menempa tubuhku menjadi begitu keras serupa bebatuan itu sendiri. Lihatlah semua ototku meregang keras serupa tali dadung saat dua keranjang penuh batu kupikul naik lewat jalan setapak licin mendaki tebing kali. Menjaga keseimbangan tubuh adalah kunci utama di mana kamu akan mencapai puncak dengan selamat. Demikian para tetua berkata. Letakkan beban berat sama di bahu kanan dan kiri. Cengkramkan jari-jari kakimu sedalam mungkin ke dalam tanah dan mulailah berjalan penuh konsentrasi. Jangan sekali-kali menoleh ke bawah meski kamu mendengar suara perempuan memanggilmu. Itu hanya penampakkan yang akan membuat tubuhmu terbalik seratus depalan puluh derajat dan kepalamu pecah menghantam batu. selanjutnya

sumber: http://sastra-indonesia.com/2008/09/novel-sejarah-kantring-genjer-genjer/
sebuah karya yg dapat anda baca.. berlatarkan sosial budaya Indonesia di jaman tergulingnya orde lama “65, saya sangat rekomendasikan untuk menjadi bahanbacaan anda.. Trims

Iklan Iseng

iklan

Sekedar info aja kawan-kawan, kasihan ane melihat orang yg iderin iklan ini tiap bulan ngasih selebaran iklan ini, tapi kayaknya ga ada juga orang kantor pada ngasih job, hehehe termasuk ane…
ya udah silahken dilietin ajah kalo emang lagi butuh…

Cara Mudah Mendapatkan Uang (Online)

cash for visit

Salam hangat kawan kawan, saya coba beritakan kepada anda semua terkait dengan suatu cara untuk mendapatkan uang (dollar) dalam cara unik, yaitu melalui web cashforvisits dengan penjelasan sebagai berikut:

Pertama:
anda cukup mendaftar (register) terlebih dahulu, dapat klik di link ini cashforvisits atau klik gambar diatas. Selanjutnya 25 dollar akan masuk ke akun anda

Kedua:
Silahkan anda mulai menyebarkan berita baik ini agar kawan anda yang lain ikut register ke web tersebut, karena tiap kawan yang register melalui link anda, maka anda mendapatkan 10 dollar.

Ketiga:
Selamat mencoba dan berkarya 😀 dan menyimak penjelasan lebih lanjut, untuk contoh, saat ini saya baru mendapat segini: contoh

Tidak ada salahnya kan iseng iseng berhadiah… kalo berhasil ya alhamdulillah kawan kawan..

"WONG EDAN BAGU"

SELAMAT DATANG DI Wordpress WONG EDAN BAGU Wordpressnya PARA PENCARI TUHAN http://putraramasejati.wordpress.com

nunnalita

be bright and shine together with Najmi ^^

Ihsan Kusasi's note and gallery

setiap ujian bersanding jawaban... setiap perkara bernuansa makna...

perpuskecil.wordpress.com/

some books to share from my little library

MasPatikraja

Mardawa lelakoning budaya kang wus ngancik wanci sandyakala

HOME

Happy it could provide benefits to other people and they loved what we give to them

rajaagam.wordpress.com/

Di Mana Bumi Dipijak Di Sana Langit Dijunjung

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Sri Huning's

About me! tray to enjoy our existence... so there is ...